|

Maluku Utara Gelar Festival Tanjung Waka, Menteri Pariwisata Angkat Jempol.

Tanjung Waka Kab. Kepulauan Sula

SANANA - Provinsi Maluku Utara (Malut) makin serius mengembangkan sektor parawisatanya. Beragam atraksi pariwisata semakin sering ditampilkan Provinsi Malut membuat Menteri Pariwisata Arief Yahya langsung angkat jempol.

Menteri yang baru saja terpilih sebagai The Best Marketing Minister of Tourism Of ASEAN dari Philip Kotler itu memuji keseriusan Malut untuk mengangkat parawisatanya. Kali ini Provinsi Malut kembali bersiap menggelar Festival Tanjung Waka yang akan digelar di Tanjung Waka, Kecematan Sula Timur Kabupaten Kepulauan Sula, pada  27 hingga 30 Desember 2018.

"Festival Tanjung Waka menjadi sebuah atraksi parawisata yang semakin berkembang. Festival ini menjadi estalase seni budaya kebesaran Kepulauan Sula. Momentum ini sekaligus kita maksimalkan dengan mengukuhkan GenPI Kepulauan Sula sebagai motor promosi pariwisata di kabupaten kepulauan sula," ungkap Syarifudin KoRoy penggagas sekaligus ketua panitia Festival Tanjung Waka kepada awak media. Jumat (7/12).

Acaranya paten sederet sajian budaya yang padat akan dipersembahkan. Mulai Tarian Bela Yai, Tarian Denge, Tarian Laka Baka, hingga Pencak Silat. Selain itu festival ini menjadi momentum lahirnya Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kepulauan Sula.

Lanjut Syarifudin, festival ini dimaksudkan untuk mengangkat sektor parawisata Kepulauan Sula. Pasalnya Kepulauan Sula memiliki potensi yang menakjubkan. Bukan hanya budaya, alamnya pun luar biasa. Terlebih lagi potensi Baharinya.

"Kepulauan Sula adalah surga tersembunyi. Potensi besar Alam dan budaya yang dimilikinya menjadi sebuah modal yang patut diperhitungkan. Ini yang akan kita angkat dalam festival ini" tambahanya

Memang tak terbantahkan. Keindahan alam kepulauan Sula tak di ragukan lagi. Tanjung Waka berada pada titik paling timur pulau Sanana. Dari spot ini wisatawan akan disajikan fenomena alam yang luar biasa ketika bulan purnama. Dimana wisatawan dapat menyaksikan bulan purnama terbit dan matahari terbenam sekaligus.

Tanjung Waka juga memiliki pantai pasir putih yang sangat memikat. Panjangnya sekitar 7 kilo meter (Km), belum lagi alam bawah lautnya yang kaya. Dive sitenya yang banyak berada di wilayah segitiga karang dunia (coral triangle) membuat Kepulauan Sula menjadi spot incaran diver dunia. Keanekaragaman hayatinya tinggi dan sangat terjaga.

Alam bawah laut Tanjung Waka Kab. Kepualaun Sula

Visibility nya tinggi, sekitar 20 meter, dengan temperature air yang hangat sekitar 26 hingga 29 derajat celcius. Pokoknya bakal ketagihan menyelam di Kepulauan Sula.

Lantas bagai mana aksebiltasnya?.
Akses menuju Kepulauan Sula cukup mudah. Ada dua moda transportasi yaitu dengan menggunakan pesawat terbang yang menuju Bandara Sultan Babulah Ternate dan menggunakan kapal laut yang menuju Ternate. Dari Ternate menuju Kepualauan Sula, dapat menggunakan kapal laut ataupun pesawat terbang.

"Perjalanannya dari Ternate ke Sula cukup singkat, sekitar 1,5 jam dengan pesawat terbang," paparnya.

Soal penginapan juga tak perlu khawatir. Terdapat sejumlah penginapan seperti hotel bintang satu dan homestay. Tarifnya cukup murah, hanya sekitar Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu sudah dapat beristirahat dengan nyaman.

"Atraksi-atraksi seperti ini harus terus dikembangkan, tetapi ingat ini juga harus didukung promosi yang gencar. Ini bisa dikolaborasian dengan GenPI. soal potensi tidak ragu lagi. Malut itu gerbang bahari Indonesia Timur. Surga bahari Indonesia," ujar Menpar Arief. (Ks).
Komentar

Berita Terkini