|

PT. ADT Jelaskan Kronologis Tenggelamnya Kapal Tongkang Di Pultab

Gambar Ilustrasi
TALIABU- PT. Adidaya Tangguh memberikan klarifikasi mengenai kecelakaan tongkang dekat Pulau Samada pada tanggal 26 Juni 2019.

Kronologis kejadian menurut PT. Adidaya Tangguh, lewat Human Resources Departemen (HRD), Kushadi Yahya, mengatakan kejadian terjadi pada hari Rabu sore tanggal 26 Juni 2019 di perairan dekat Pulau Samada. Dimana, tongkang suport 12 milik PT. WHS dengan muatan 4968.70 ton biji besi yang ditarik oleh tug boat TB Prime 16 tiba-tiba terbalik.

Di atas tongkang tersebut terdapat 5 ABK, yang semuanya karyawan WHS pemilik tongkang dan tug boat tersebut. Kelima ABK  bertugas sesuai dengan tugas masing-masing sebagai Mualim II Juru Mudi, dan Juru Masak.

“Selain memuat biji besi yang menumpuk membentuk semacam gunung-gunung, tongkang tersebut juga memuat 1 dozer dan 1 tangki BBM berkapasitas 3KL serta telah bergerak sekitar 2 mil meninggalkan pelabuhan khusus PT. Adidaya Tangguh, dan sampai di sekitar Pulau Samada mendekati Kapal MV Rego untuk pemuatan, tepatnya pukul 16.50 WITA. Dalam waktu yang sangat cepat dan tanpa diketahui penyebabnya, tumpukan biji besi di atas tongkang itu tiba-tiba longsor dan bergerak cepat ke arah bagian kanan tongkang”,ujarnya.

Akibatnya, tongkang langsung kehilangan keseimbangan dan terbalik ke arah depan kanan dan biji besi diatasnya tumpah ke laut. Dari 5 ABK karyawan PT. WHS yang bertugas di bagian kiri tongkang semuanya terpental ke arah kanan bagian tongkang dan masuk ke laut, termasuk dozer dan tangki BBM.

Dari 5 ABK yang jatuh masuk ke laut, 3 orang ditemukan selamat walaupun 1 orang luka parah, sedangkan 2 orang lainnya tenggelam dan hilang.

Setelah mengetahui terjadinya kecelakan tersebut, PT Adidaya Tangguh langsung menurunkan Tim ERT (Emergency Respond Team), Tim Medis, dan Securitynya. Bekerja sama dengan Tim Syahbandar dari Perhubungan, Polairud Kepolisian Sanana, dan beberapa anggota masyarakat, dan Basarnas Malut berkoordinasi serta saling mendukung melakukan pencarian, penyelamatan, pelayanan medis serta evakuasi.

“Karena kondisi alam yang kurang bersahabat, dan saat itu menjelang malam, 2 ABK yang masuk ke dalam laut dan hilang sulit ditemukan. Tetapi pencarian terus dilakukan dan baru keesokan harinya, Kamis tanggal 27 Juni sekitar pukul 12.37 WITA, 1 ABK ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa dan jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Sedangkan, 1 ABK lain lagi yang hilang terus dalam pencarian dan baru pada haru Sabtu tanggal 29 Juni, sekitar pukul 09.00 WITA, korban berhasil ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa," pungkasnya.

Di sisi lain, dari 3 ABK lainnya yang terpental ke dalam laut dan ditemukan selamat pada saat kejadian 1 orang keadaannya luka parah. Kaki kanan sebatas lutut putus dan tangan kiri bagian lengan juga putus. ABK yang luka parah ini langsung dievakuasi ke Luwuk, setelah mendapat perawatan dari Tim Medis Klinik PT. Adidaya Tangguh.

Adapun status kecelakaan, menurut PT. Adidaya Tangguh, kecelakaan tersebut  bukan kecelakaan tambang, tetapi kecelakaan transportasi laut atau kecelakaan perhubungan laut.

Kecelakaan tersebut terjadi di luar area Ijin Usaha Pertambangan (IUP) PT. Adidaya Tangguh, yaitu sekitar 2 mil dari pelabuhan khusus PT. Adidaya Tangguh di dekat Pulau Samada dan Karyawan yang menjadi korban juga bukan karyawan PT. Adidaya Tangguh melainkan karyawan PT WHS.

Kecelakaan tersebut pun sudah dilaporkan oleh PT. WHS kepada Instansi Pemerintahan melalui Syahbandar di Pelabuhan Khusus PT Adidaya Tangguh dan diharapkan, melalui investigasi yang akan dilakukan, penyebab kecelakaan dapat diketahui secepatnya.

PT. Adidaya Tangguh juga turut menyampaikan belasungkawa bagi korban yang meninggal dunia.

Seluruh Jajaran Manajemen dan karyawan PT. Adidaya Tangguh menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya; semoga Tuhan YME memberi mereka tempat terbaik di sisi-Nya dan bagi keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan lahir dan bathin, Amin Ya Rabbal Alamin.(KS)
Komentar

Berita Terkini