|

Dinkes Morotai: Dibutuhkan Kerjasama untuk Penyembuhan Kusta

Dinkes Morotai Morotai Nurhani Syarbin. SKM dan Syahrir Id. Adam SKM, Kabid P2P
REMALUT.COM - Syahrir Id. Adam SKM, Kabid P2P, (Pencegahan dan pengendalian Penyakit), Dinkes Morotai saat dikonfirmasi, dirinya mengatakan “ Untuk menemukan secara dini dan mengobati serta memutuskan mata rantai penyakit kusta, masyarakat morotai diminta agar dapat bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Morotai”

Kabid P2P saat di konfirmasi Remalut.com di Jakarta selasa dini hari, menyampaikan harapan kerjasama dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama dengan Pemda Kabupaten Pulau Morotai Khususnya Dinkes Morotai, agar dapat dengan cepat memutuskan rantai penularan penyakit kusta yang menjangkiti masyarakat.

Data terakhir tahun 2017 dari pengelola program Dinkes Morotai Nurhani Syarbin. SKM saat dikonfirmasi. Dirinya mengatakan “Peyakit kusta di Morotai memiliki prevalensi 15/10.000 penduduk, yang mestinya mendapatkan respon posistif baik dari Pemerintah Daerah (Dinkes) dan masyarakat morotai secara kolektif”

Penyakit kusta membutuhkan cara penanggulangan yang serius. Sebab jika penyakit kusta tidak ditangani dengan baik, kusta dapat mengakibatkan cacat fisik permanen (Cacat mata, tangan, dan kaki).

Penyakit kusta disebabkan dari Mycobacterium Leprae atau Bakteri tahan asam Penyebab Penyakit Kusta yang menyerang susunan saraf tepi. Sehingga menyulitkan penatalaksaanaannya. Untuk menyembuhkannya (Kusta.red), dibutuhkn waktu kurang lebih 6-12 bulan. Selain itu, kesehatan lingkungan dan kesehatan diri adalah hal paling menting untuk menjauhkan masyarakat dari penyakit kusta.

“Penyembuhan dari penyakit kusta membutuhkan kesabaran dalam terapinya dan kerjasama antara penderita dan keluarganya (PMO; Pendamping Menelan Obat)”. Tutup Kabid P2P, Syahrir Id. Adam SKM.(Hs)

Komentar

Berita Terkini