|

Tuntutan Diabaikan, Kopra Ingin Merdeka


TERNATE- Ratusan mahasiswa mengatasnamakan" Koalisi Perjuangan Rakyat (Kopra) Maluku Utara, kembali menggelar demonstrasi secara nasional di Taman Landmark, Senin (17/13).

Kopra Mendesak Pemerintah Provinsi Maluku Utara maupun negara segera menaikan harga kopra. Apabila negara tidak dapat mengindahkan hal tersebut maka Moloku Kie Raha akan berusaha untuk lepas dari Indonesia" Ungkap Hamdan Halim.

Unjuk rasa yang berlangsung di depan Kantor Walikota Ternate ini berjalan dengan aman, meskipun massa aksi di bubarkan secara paksa oleh aparat kepolisian menggunakan Water Cannon. Pasalnya aksi dinilai sudah melewati batas waktu dalam penyempaian aspirasi di depan umum.

Salah satu kordinator aksi Hamdan Halim" saat wawancarai sejumlah wartawan, mengatakan bahwa. Sudah sampai sejauh ini gerakan yang di gelar, akan tetapi pemerintah Provinsi Malut maupun negara tidak pernah merespon apa yang menjadi tuntutan masyarakat Moloku Kie Raha. Maka kami atas nama" kualisi perjuangan rakyat (Kopra) menyatakan sikap tegas, bahwa akan  melepaskan diri dari NKRI dan sekaligus memboikot pemilu 2019 sebagai langkah awal sehingga tidak ada aktifitas NKRI di Maloku kie raha. Lanjut Hamdan.

" Sebab kami menilai negara Indonesia telah melakukan penindasan dengan menggunakan gaya baru terhadap bangsa moloku Kie Raha. Padahal karajaan moloku Kie Raha telah menyerahkan seperti tiga kekayaan untuk NKRI tanpa meminta imbalan apapun. Ucap Hamdan.

"Tambahnya, apalagi sekarang sudah ada rekomendasi"Hak menentukan nasib sendiri, yang nantinya akan disahkan oleh PBB. Jika hal hal ini sudah disahkan maka negara sudah tidak harus menanggapi secara represif atau pembunuhan setiap daerah bersangkutan yang ingin merdeka. Hal ini terjadi akibat pelanggaran terhadap hak asasi manusia di dunia maupun Indonesia"Tuturnya.

"Kemudian adapun tuntutan penolakan dari koalisi perjuangan rakyat(Kopra) pemerintah harus mencabut seluruh izin pertambangan maupun perkebunan kelapa sawit yang ada di jajirah maluku kieraha.

 Hamdan menegaskan bahwa bukan menyebut maluku utara, karena maluku utara berarti semuanya. Tapi kami hanya menyebut bangsa Moloku Kie Raha dan mendesak pemerintah mengembalikan kelapa nusantara.

Selanjutnya Kepolisian maupun Komnas (HAM) segera menyelesaikan kasus penganiayaan di Halmahera Utara maupun teman-teman dari Maluku utara yang terkena tembakan di Jakarta. Ucap hamdan.

Kami terus membangun komunikasi yang lebih masif, dan akan mempersiapkan syarat-syarat untuk siap merdeka.

Menurut pengkajian kami problem yang sesungguhnya adalah tentang kemiskinan dengan sengaja di lakukan oleh negara, melalui ekspolitasi sumber daya alam. Dan kami baru tau bahwa negara ternyata tidak ada keberpihakan sedikitpun dalam menyikapi harga kopra yang lagi anjlok.

Hal kecil ini saja negara tidak mampu intervensi maka dengan ini kami nyatakan sikap akan berusaha mendeklarasikan kemerdekaan untuk bangsa moloku Kie Raha. Tutupnya
Komentar

Berita Terkini