-->
    |



BKKNdan DPR RI Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting Bersama Mitra di Kota Tidore.

 

Direktur Hanrem (dr.Victor Palimbong)
Tidore- Dalam Rangka mencegah angka stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia  dan DPR RI Komisi IX  gelar kegiatan penguatan  Serta Mitra Kerja dan Stakeholder dalam Implementasi kegiatan Prioritas Pembangunan Keluarga Melalui Sosialisasi Pencegahan Stunting di Kantor Kecamatan Tidore Utara yang dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Tidore, Muhammad Sinen  (Selasa 16/11)

Turut hadir pada kegiatan pertama, Direktur Bina Ketahanan Remaja (Dithanrem) dr.Victor Palimbong, Staf ahli Anggota Komisi IX DPR RI, Staf Ahli, dr. Riyo Kristian Utomo, Sekertaris BKKBN Provinsi Maluku Utara, Camat, Lurah dan  Unsur OPD Kota Tidore, dan peserta yang terdiri dari Siswa-siswi SMA- SMP, Genre, mahasiswa, dan masyarakat.

Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen, dalam sambutannya menyampaikan stunting dapat menghambat pertumbuhan dan mempengaruhi perkembangan otak yang tidak maksimal sehingga menyebabkan kemampuan mental dan belajar kurang hingga mempengaruhi prestasi sekolah anak. Sehingga, pemerintahannya mendukung  penuh program pencegahan stunting lewat berbagai kebijakan yang telah dibuat.

“Saat ini sudah ada berbagai upaya seperti pemberian gizi kepada anak-anak dan upaya pencegahan lainnya. Selain itu kami juga mengapresiasi kedatangan BKKBN dan DPR RI telah menyelenggarakan kegiatan ini di Kota Tidore dan berharap kegiatan ini dapat dilakukan lagi diwaktu-waktu mendatang.

Penyerahan Doorprize kepada para pemenang

Staf ahli Komisi IX DPR RI, dr. Riyo Kristian Utomo saat diwawancarai mengungkapakan bahwa program pencegahan stunting sangat penting dilakukan apalagi saat ini angka sunting nasional masih sangat tinggi. Apalagi untuk generasi masa depan, kita perlu menyiapkan dari sekarang.

“ Untuk membangun SDM unggul harus dimulai dari sekarang. Semua dimulai dari memperbaiki dari hulu, sebab pabrik yang sehat akan menghasilkan produk yang sehat.’ Ujarnya.

Sementara, Direktur Bina Ketahanan Remaja, Dr. Victor Palimbong juga menyampaikan bahwa program ini dilaksanakan guna menekan angka stunting. Apalagi BKKBN sebagai kordinator percepatan penurunan stunting perlu menwarkan konsep keluarga berencana menuju keluarga berkualitas dengan orientasi penurunan angka stunting.

“ Sehingga dibutuhkan berbagai intervensi dari seluruh siklus hidup, mulai dari pasangan pengantin (catin), kehamilan, pasca kelahiran atau masa interval.

Stunting Lanjut Victor, dapat dicegah dimulai dari masa remaja, calon pengantin guna dapat mempersiapkan dan merencanakan masa depan dan kehidupan berkeluarga. (Fy)

 





Komentar

Berita Terkini